Umat berdoa untuk melindungi kehidupan

Posted: February 20, 2011 in Artikel

Tanggal publikasi: 29 Maret 2010

Tags: , ,

Umat berdoa untuk melindungi kehidupan thumbnail
Aktivis pro-life dalam acara peringatan Hari Anak dalam Kandungan (Day of the Unborn Child)

Untuk pertama kali, sekitar 800 umat Katolik dan penganut agama lain di Ho Chi Minh City, Vietnam, mengikuti perayaan Hari Anak dalam Kandungan (Day of the Unborn Child) dan berdoa bagi kegiatan-kegiatan pro-life (penyayang kehidupan).

Sebuah Misa khusus dipersembahkan oleh lima imam Dominikan dan Redemptoris. Acara 25 Maret, pesta Maria Diberi Kabar oleh Malaekat Tuhan, di Wisma Pastoral Redeptoris di Ho Chi Minh City itu dihadiri oleh kaum religius setempat, pekerja sosial Gereja, pelayan kesehatan, perempuan hamil, dan relawan pro-life.

Seorang imam yang memimpin umat dalam doa itu mengatakan, “Kita berdoa untuk para pemimpin Gereja setempat untuk menyuarakan keprihatinan soal perlindungan atas kehidupan manusia dan bagi pejabat pemerintah untuk menghormati hak janin untuk hidup.”

Pastor Joseph Le Quang Uy CSsR, yang menyenggarakan acara itu, mengatakan kepada hadirin bahwa dia ingin menciptakan kesempatan bagi umat beragama untuk “berdoa mohon pengampunan Allah atas pembunuhan anugerah kehidupan yang diberikan-Nya kepada kita dan berdoa kepada Bunda Maria bagi kegiatan-kegiatan pro-life guna mencegah meningkatnya jumlah aborsi di Vietnam.”

Menurut statistik pemerintah, kata Pastor Uy, 51, setiap tahun hampir 2 juta aborsi terjadi di Vietnam. Namun, menurut perkiraan imam itu, jumlah total bahkan mendekati 3 juta.

Pada tahun 2005, untuk pertama kalinya, umatnya mengadakan kegiatan-kegiatan pro-life dengan sebuah kelompok beranggotakan sembilan relawan Katolik di kota di Vietnam bagian selatan itu, kata imam itu. Para anggota kelompok itu mengunjungi berbagai rumah sakit pemerintah. Mereka membujuk perempuan-perempuan yang ingin melakukan aborsi untuk mengubah pikiran mereka dan membawa mereka ke rumah-rumah yang dikelola para Redemptoris. Dari berbagai rumah sakit itu, mereka juga mengumpulkan janin-janin yang telah digugurkan untuk dikuburkan, lanjutnya.

Sejauh ini, kata Pastor Uy, mereka telah menyelamatkan 1.000 anak dan menguburkan 300.000 janin yang digugurkan. Kini, 30 relawan bekerja untuk program anti-aborsi dan menyediakan akomodasi, makanan, dan perawatan medis bagi wanita hamil yang ditelantarkan yang kini berlindung di rumah-rumah Redemptoris.

Pastor Uy mengatakan, kegiatan-kegiatan pro-life mereka telah tersebar di 22 kota dan propinsi lain tempat umat Katolik membangun rumah-rumah untuk perempuan hamil dan menguburkan janin-janin yang telah digugurkan di berbagai pemakaman.

Sebelum Misa khusus itu, umat diberi kesempatan untuk melihat foto-foto aborsi yang sedang dilakukan dan foto anak-anak yang diselamatkan oleh para relawan.

Banyak umat mengatakan kepada UCA News, acara itu turut meningkatkan kesadaran mereka tentang perlunya menyayangi kehidupan.

Marie Nguyen Thi Huong Thien, 38, mengatakan dia pernah membawa dua perempuan ke sebuah rumah sakit setempat untuk aborsi. “Sebagai seorang Katolik, saya mestinya mencegah mereka untuk melakukan aborsi,” katanya dengan penuh penyesalan.

Houng berjanji akan berdoa bagi kegiatan-kegiatan pro-life yang dilakukan Gereja lokal.

“Kehidupan ini merupakan anugerah Allah kepada kita, maka kita mesti menghormatinya,” kata Tran Le Quyen, 40, yang hamil empat bulan.

Seorang perempuan berusia 19 tahun yang meminta tidak disebut namanya mengatakan, dia berterima kasih kepada para relawan karena “tanpa mereka, saya mungkin telah membunuh anak saya setahun yang lalu.”

Sumber –UCA News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s