1.Aborsi

PENDAHULUAN

Seorang dokter ahli bedah yang mengangkat kandung empedu atau seorang dokter ahli kandungan yang mengangkat rahim seorang ibu karena tumor; tidak akan menimbulkan reaksi di masyarakat. Tetapi seorang dokter, bidan, tabib ataupun ahli kandungan yang mengangkat hasil kehamilan di dalam kandungan ibu akan menimbulkan reaksi pro dan kontra dari berbagai pihak, seperti yang baru-baru ini terjadi di Jakarta dan Surabaya.

Mengapa demikian?

Apakah beda antara tumor di rahim ibu dan buah kehamilan di rahim yang sama tersebut?

Benarkah bahwa sampai pada usia tertentu buah kehamilan itu hanya berupa gumpalan darah atau onggokan daging atau bagian dari tubuh ibu? Marilah kita tinjau hal itu lebih lanjut.

PERTUMBUHAN JANIN DALAM KANDUNGAN.

Semua manusia, mengawali kehidupan ini dari bentukan yang kecil sekali; berukuran 0,15 mm; yang disebut zygote. Zygote adalah hasil pertemuan antara benih bapak (spermatozoa) dan benih ibu (ovum atau sel telur). Tubuh manusia terdiri dari ber-milyard-milyard sel; dan tiap-tiap sel mengandung 23 pasang atau 46 buah chromosome; kecuali sel spermatozoa dan sel telur yang sudah masak hanya mengandung 23 buah chromosome. Di dalam Chromosome ini terdapat banyak gene yang disebut juga pembawa sifat ciri dari manusia tersebut; misalnya warna kulit, rambut, bentuk mata hidung dan lain-lain.

Spermatozoa yang mengandung 23 buah chromosome membawa sifat-sifat/ciri-ciri dari bapak dan sel telur yang juga mengandung 23 buah chromosome itu membawa ciri-ciri dari ibu. Sel telur yang tidak dibuahi akan mati dalam waktu sekitar 24 jam; dan spermatozoa akan mati sekitar 2-3 hari dalam tubuh wanita. Tetapi bila terjadi pembuahan akan terbentuklah zygote, sel pertama manusia dengan 46 chromosome yang mempunyai ciri tersendiri yang membedakannya dengan manusia lain; karena itu disebut unik. Misalnya: jenis kelamin sudah tertentu; warna kulit; bentuk dan warna rambut; bentuk mata hidung; potensi kepandaian, sidik jari dll. Ciri lain yaitu zygotte tidak akan mati seperti sperma dan sel telur, tetapi ia akan terus berkembang dan bertumbuh membesar menjadi manusia. Karena itu kita sebut H I D U P. Tentunya dengan catatan kalau lingkungan mendukung dan tidak ada tangan-tangan yang menghancurkannya.

Jelaslah bahwa selama hidup di dunia manusia menempati 2 macam tempat/lingkungan untuk pertumbuhan dan kehidupannya:

  1. Lingkungan air yaitu selama didalam kandungan ibu; umumnya sekitar 9 bulan 10 hari.
  2. Lingkungan udara; setelah keluar dari perut ibu.

Marilah kita tinjau secara singkat kehidupan kita selama didalam perut ibu.

Pertemuan antara sel telur dan spermatozoa disebut fertilisasi atau pembuahan terjadi di saluran tuba falopi. Hasil pembuahannya disebut zygote yang akan terus membelah diri menjadi 2 sel, 4 sel, 8 sel dan seterusnya. Sel-2 tersebut disebut blastomeres, kemudian tumbuh menjadi kumpulan sel menyerupai buah murbei disebut morula. Morula akan bergerak menuju rongga rahim dan dalam waktu 3 hari akan mencapai rongga rahim. Kemudian terbentuk cairan dalam morula tersebut; bentukan ini disebut blastocyst

Dalam 3-4 hari blastocyst akan tertanam dalam dinding rahim; pada waktu itu jumlah sel sekitar 200 buah dengan ukuran total 0,45 x 0,30 x 1,125 mm. Disalah satu kutub dari cairan dalam blastocyst terdapat kumpulan sel yang lebih padat/banyak disebut inner sel mass; ini adalah bagian yang akan berkembang menjadi embrio (=mudigah); sedang sel-sel dibagian luar disebut trophoblast akan berfungsi untuk mengambil makanan dari ibu. Sel-sel trophoblast akan tumbuh membentuk tonjolan-tonjolan yang bercabang untuk menyerap makanan dan oksigen dari darah dalam rahim ibu. Kelak sel-sel ini bersama sel ibu akan menjadi ari-ari atau placenta.

Dengan cepat sel-sel pada kutub inner cell mass membelah dan berkembang.

  • Dalam waktu 2 minggu sesudah pembuahan ia mulai membentuk otak dan jantung primitif yang ukurannya saat itu hanya 1 cm.
  • 3 minggu sesudah pembuahan mulailah terbentuk tulang belakang; sistem peredaran darah yang terpisah dari ibu dan permulaan paru-paru.
  • 25 hari sesudah pembuahan jantung mulai berdenyut. Sistem-sistem tubuh embrio telah terbentuk terpisah dari tubuh ibu.
  • Akhir minggu ke 4 embrio telah berukuran 4-5 mm; ukuran kantung janin 2-3 cm; mulai tampak tonjolan bakal lengan dan tungkai. Cairan ketuban mulai jelas dan selaputnya mulai membungkus tali pusat.
  • 5 minggu sesudah pembuahan  embrio mulai membentuk rahang.
  • Pada umur 6 minggu ia telah memiliki tulang belakang sempurna, juga tulang-tulang rusuk/iga; jantung dengan 4 kamar; jari-jari bahkan lubang hidung. Juga sistem syaraf telah terbentuk.
  • Gelombang otak dapat direkam 40 hari sesudah pembuahan. Sampai proses ini embrio telah berukuran 22-24 mm dan kepala tampak relatif besar dibandingkan tubuh; juga sudah mulai tampak tonjolan bakal telinga.
  • 7 minggu sesudah pembuahan, telah terbentuk pankreas, ginjal, kandung seni, lidah dan larynx dan juga mulai tampak pembentukan otot-otot.
  • 8 minggu sesudah pembuahan telah terbentuk telinga, jari-jari tangan dan kaki termasuk semua sistem tubuh penting lainnya telah selesai dibentuk; ukuran embrio saat ini 4 cm. Sesudah 8 minggu embrio disebut fetus atau janin; masa pembentukan telah selesai; dilanjutkan dengan proses pertumbuhan dan proses pematangan (histogenesis).
  • 9 minggu sesudah pembuahan janin sudah dapat merasakan sakit.
  • 10 minggu kuku jari telah terbentuk, juga bakal rambut dan kelamin laki atau perempuan telah dapat ditentukan; panjang janin total 9 cm; ukuran kepala-bokong 6-7 cm. Janin pada usia ini terlihat bergerak-gerak dalam kantung ketuban seperti kalau dimasukkan air hangat; dalam kandungan pergerakan sudah sangat aktif; sebetulnya pergerakan janin sudah bisa diamati pada umur 7-8 minggu.
  • 12 minggu sesudah pembuahan janin sudah dapat menelan; ginjal sudah dapat membentuk urine dan alat kelamin sudah jelas tampak.
  • 14 minggu sesudah pembuahan; tungkai telah sempurna terbentuk dan berfungsi, janin dapat menendang, menggerakkan kepala, tidur. Panjang total 16 cm. Ukuran kepala bokong 12 cm dan beratnya 110 gram.
  • 6 minggu kemudian sidik jari dan rambut sudah terbentuk. Berat badan pada usia 18 minggu adalah 300 gram dan panjang total 25 cm.
  • Usia 22 minggu beratnya 630 gram, kulit masih keriput tetapi mulai terbentuk lemak; juga alis dan bulu mata mulai terlihat. Bila lahir saat ini ia akan berusaha bernafas, tetapi umumnya tak bertahan lama.
  • Usia 23 minggu bayi mulai bisa berpikir, bisa mimpi dan bisa belajar.
  • seminggu kemudian ia sudah menunjukkan reaksi terhadap suara. 40% bayi yang lahir saat ini dinegara maju dengan fasilitas yang memadai dapat terus hidup.
  • Usia 26 minggu beratnya 1100 gram, panjang total 35 cm; ukuran kepala-bokong 25 cm.; kulit berwarna kemerahan tertutup lemak-2 (vernix); bila lahir sudah bisa menangis lemah.
  • Usia 28 minggu ia sudah dapat bernapas bebas dan mata sudah terbuka , berat sekitar 1400 gram; 90% bayi yang lahir saat ini bisa hidup terus.dengan bantuan perawatan yang baik.
  • Usia 30 minggu beratnya 1800 gram; panjang total 40 cm dan ukuran kepala-bokong 28 cm dan pada usia 32 minggu kontrol otot sudah tampak; bayi bisa meremas; hampir semua bayi yang lahir bisa hidup terus; beratnya sekitar 2100 gram.
  • 34 mingggu berat bayi 2500 gram; panjang total 45 cm; ukuran kepala-bokong 32 cm, bayi sudah tampak berisi karena tumpukan lemak.
  • Usia 38 minggu adalah usia rata-2 ia dilahirkan; berat antara 3000-3400 gram; panjang total sekitar 50 cm, ukuran kepala bokong 36 cm.

Baru mulai saat inilah hak hidup bayi dilindungi oleh hukum; dilindungi dari pembunuhan.

APA, MENGAPA dan BERAPA BANYAK ABORSI DILAKUKAN?

Arti aborsi adalah berakhirnya suatu kehamilan sebelum janin bisa hidup diluar kandungan ibu. Umumnya diambil batas usia 20 minggu dihitung dari tangggal haid terakhir; atau 18 minggu sesudah pembuahan. Atau bila dipakai definisi berat badan yaitu janin yang dikeluarkan dari rahim dengan berat dibawah 500 gram.

Aborsi bisa terjadi spontan disebut abortus spontanius; misalnya karena kelainan buah kehamilan sendiri; penyakit-penyakit yang diderita ibu atau lain-lain sebab; hal ini tidak akan kita bicarakan disini karena terjadi dengan sendirinya.

Aborsi bisa juga terjadi karena disengaja disebut abortus provokatus atau induced abortion. Dalam keadaan penyakit ibu yang sangat parah (misalnya penyakit jantung yang parah); untuk menyelamatkan jiwa siibu team dokter dapat mempertimbangkan tindakan aborsi; ini disebut tindakan abortus provokatus therapeutikus; tetapi kejadian ini sangat sangat jarang. Mungkin kurang dari 0,1%.

Yang sangat sangat banyak dilakukan manusia justru adalah tindakan aborsi pada ibu dan janin yang sehat.  Disebut elective abortion atau voluntary abortion. Bila Undang-undang disuatu negara mengijinkan tindakan tersebut dan dilakukan oleh dokter yang berwewenang maka kejadian itu disebut abortus provokatus legalis; bila tidak dilindungi oleh hukum atau dilakukan oleh orang yang tidak ahli; disebut abortus provokatus kriminalis atau illegalis. Ini sangat banyak menimbulkan akibat jelek/ komplikasi pada ibu bahkan bias membawa maut.

Setelah kita mengerti bahwa janin dalam kandungan itu hidup dan bertumbuh ; maka tindakan abortus provokatus ini (untuk selanjutnya disebut aborsi saja atau pengguguran kandungan) adalah sama dengan mengakhiri hidup si janin, termasuk tindakan PEMBUNUHAN.

Masalah aborsi sejak zaman dahulu sampai sekarang tetap merupakan topik yang diperdebatkan. Faktanya makin hari makin banyak negara yang melegalisasi tindakan Aborsi. Sebelum tahun 1970 di Amerika Serikat aborsi adalah illegal (melawan hukum). Tetapi pada th 1973 tepatnya mulai tanggal 22 Januari Pengadilan Tinggi melegalisir aborsi untuk seluruh Amerika. Pada tahun 1984 saja diperkirakan telah dilakukan 1.600.000 (satu juta enam ratus ribu) pengguguran kandungan setiap tahun di Amerika saja. Juga seluruh negara Eropa telah menyetujui/melegalisasi aborsi; kecuali Belgia, Irlandia, Irlandia Utara dan Malta.  Bahkan pada beberapa negara seperti China, Singapura dan Tunisia Aborsi dipakai sebagai metode KB; untuk menghambat pertumbuhan penduduk.

Alasan dan tujuan  negara-negara tersebut menyetujui aborsi adalah karena keputusan itu adalah hak ibu; itu adalah urusan pribadi antara ibu sebagai pasien dan dokter; untuk mencegah kekurangan pangan dalam negeri; untuk mengurangi jumlah penduduk, mencegah pertambahan penduduk atau mengatur jumlah penduduk seperti yang dikehendaki; dan untuk mengatasi tindakan aborsi illegal yang banyak menimbulkan komplikasi, biaya rumah sakit maupun kematian ibu. Sayangnya janin dalam kandungan itu, walaupun hidup, belum bisa menyumbangkan suaranya dalam masalah debat aborsi ini. Di Amerika Serikat suara janin tersebut diwakili oleh kelompok masyarakat yang disebut “PRO-LIFE”; yaitu  kelompok manusia yang mempunyai dan mau mendengarkan suara hati nuraninya; dan membuka telinga bathinnya untuk mendengar jeritan bayi-bayi yang sedang dibunuh itu, membela yang tertindas; berusaha mencegah penumpahan darah bayi-bayi tak berdosa. Sebaliknya kelompok yang pro-aborsi disebut “PRO-CHOICE”; yaitu orang yang merasa mempunyai hak untuk memilih dan mencapai kepentingannya sendiri tanpa perlu minta pertimbangan pada anak yang dikandungnya.

Untunglah kita diIndonesia masih mempunyai Undang-undang yang melindungi janin dalam kandungan; pelaku aborsi, baik ibu maupun dokter pelaku diancam hukuman pidana penjara.

Diperkirakan 40-60 juta aborsi terjadi didunia tiap tahunnya; 33 juta diantaranya adalah legal. Ini berarti 37-55 per 1000 wanita usia 15-44 tahun (abortion rate); atau 24-32 pengguguran tiap 100 kehamilan (abortion ratio). Tahun 1986 tercatat 26-31 juta aborsi legal dan 10-22 juta aborsi illegal.

  • Angka aborsi legal sangat tinggi di Uni Sovyet; yaitu 112 aborsi per 1000 wanita usia reproduksi (15-44th);
  • Yang rendah di Belanda yaitu 5 per 1000.
  • Di India th 1983-84 tercatat 518.600 aborsi legal; tetapi yang illegal diperkirakan mencapai 4-6 juta; berarti 13-20 dari 100 kehamilan atau 36-55 per 1000 wanita usia reproduksi.
  • Jumlah aborsi di Indonesia secara pasti tidaklah diketahui karena semuanya adalah illegal; sembunyi-sembunyi dan tidak dicatat. Tetapi setiap penelitian yang dilakukan menyimpulkan perkiraan angka antara 2.000.000-3.000.000 jiwa janin pertahun.

Apakah alasan ibu-ibu sampai mengambil keputusan untuk menggugurkan bayi-bayi mereka?

Ada Banyak alasan yang menjadi latar belakang tindakan aborsi seperti:

  • sudah terlalu banyak anak
  • alasan sosial ekonomi
  • belum siap karena baru kawin
  • masih terikat kontrak kerja, belum boleh hamil
  • hamil diluar nikah
  • pacar tak mau bertanggung jawab
  • korban perkosaan atau hubungan seks sumbang (ayah tiri, saudara dan lain-lain)
  • dan lain-lain alasan.

Di Amerika dan Eropah aborsi lebih banyak dilakukan oleh wanita atau pasangan yang belum punya anak (55-62%). Bahkan di Amerika Serikat 80% aborsi dilakukan qleh wanita tanpa suami. Sebaliknya dinegara yang sedang berkembang seperti India lebih dari 90% aborsi dilakukan oleh pasangan keluarga yang sudah mempunyai 2 orang anak atau lebih. Apapun alasan mereka umumnya ibu-ibu tersebut tidak tahu atau tidak mau tahu bahwa janin yang dikandungnya adalah “MANUSIA HIDUP”.

Mengapa disebut manusia?

Karena mempunyai 46 chromosome yang unik dan khas untuk manusia dan khas pula untuk janin tersebut. Dia tak akan tumbuh merjadi kucing atau anjing. Dan dia tak akan sama dengan manusia yang lain

Mengapa disebut hidup?

Karena terdapat proses metabolisme (pertukaran zat), perkembangan dan pertumbuhan; dan pada waktunya ia akan bergerak, jantung berdetak, bernapas, berpikir, bermimpi, kencing dan lain-lain.

Mulai kapan manusia hidup itu terjadi?

Sejak mulai pembuahan.

Jadi yang ada dalam kandungan itu adalah satu mahluk tersendiri; bukan bagian tubuh ibu, bukan darah atau onggokan daging belaka. Ia hanya sementara waktu meminjam perut si ibu untuk hidup. Dari program bayi tabung kita ketahui bahwa pembuahan sampai pembelahan sel-sel dapat dilakukan di luar tubuh ibu sampai beberapa hari. Para ahli meramalkan bahwa dalam 5-10 tahun mendatang sudah akan dapat dibuat alat-alat atau sistem penopang kehidupan yang bisa memelihara hasil pembuahan itu diluar perut ibu. Dalam bidang kedokteran perinatologi; dokter bukan cuma bertanggung jawab merawat ibu, tetapi juga janin yang dikandung; diperiksa, dimonitor, di-USG dan lain-lain. Terkenal istilah “janin adalah pasien” (“fetus as a patient”). Bahkan diRumah Sakit yang maju sudah dapat dilakukan operasi terhadap janin semasa didalam kandungan ibu. Ini semua menunjukkan bahwa janin adalah mahluk hidup tersendiri.

Aborsi adalah tindakan mengakhiri kehidupan janin; secara jelas dan jujur  termasuk dalam  “TINDAKAN PEMBUNUHAN”. Apa yang kita saksikan di dunia sekarang ini adalah terjadinya pembunuhan masal; korban aborsi satu tahun jauh lebih banyak dari korban perang ditambah korban kecelakaan ditambah korban kelaparan dan gempa bumi selama berabad abad. Marilah kita sadar dan bertobat! (dr. Sunaryadi Setiawan Sp.O.G.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s